Jumat, 02 Mei 2014

scientist metafora

                                                  
                                                         
Dia yang Mulia
 

Pada suatu malam hari yang sunyi ada seorang lelaki berpenampilan biasa layaknya seorang pemuda pada masanya, ia temani secangkir kopi hitam dan ia memulai hari-harinya dengan sebuah harapan pada keyakinan yang telah lama ia jalankan dengan berbagai tindakan salah  satunya dengan menjalin persahabatan yang berlandaskan persaudaraan, ia  tak pernah melalui hari-harinya tanpa dengan sebuah kebersamaan dari berbagai kalangan baik yang masih tergolong anak-anak dan remaja serta tidak dilupakannya untuk bergaul dengan yang sudah tergolong tua ataupun lanjut usia guna untuk lebih memperkaya ilmu atau pengalaman kadang juga hanya mendapatkan sebuah informasi yang lebih mematangkan sebuah tindakan dan impian yang ia harapkan.

Sebuah karya tulis selalu ia rintis dengan hati yang lapang kadang juga untuk melupakan jeritan batin yang menangis karna teriris oleh keadaan yang begitu ironis, keadaan moral kian tragis sang ia mampu menepis hingga terlukiskannya tindakan dalam sebuah karya tulis.

Kesunnyian menjadi tempat idaman ketika ia mulai jenuh dengan keadaan bukan itu sebuah pelarian dalam kehidupannya karna itu pula ia mampu temukan sebuah kedamaian yang tidak bisa terlukiskan dengan keadaan  meskipun angan-angan menghadang jalan yang malang melintang dari seberang itu sama sekali tak bisa halangi tindakan yang ia rencanakan dengan sebuah kepastian dan keharusan meskipun tersendat-sendat oleh lingkungan ya itulah memang sebuah rintangan yang harus ia selesaikan agar supaya terbentuk suatu kpribadian atau kemandirian yang matang menjadi insan budiman sebagai suri tauladan setiap insane sepanjang zaman.

Itu semua barulah Ia melangkah karna masih belum sepenuhnya ia mengerti dalamnya sebuah kehidupan, panjangnya medan perjalanan dalam kehidupan yang tidak bisa terabaikan, apapun jalan yang di berikan tuhan dengan kesulitan yang begitu menawan menarik perhatian ataupun kesulitan yang mengasikan dalam tindakan meskipun demikian ia tak henti-hentinya bersabar melatunkan lika-liku kehidupan bersama kawan-kawan dengan nyanyian kebebasan dan rintihan kemauan yang terus terucapkan berupa tindakan perkataan sebagai sarana hiburan untuk meluruskan suatu takdir yang telah terlukisakan oleh keadaan dimana tidak ada lagi rasa penyesalan, keresahan yang merusak iman di situ hanya ada kebahagiaan dan kenyamanan dengan kasih suci sang maha suci iyalah Tuhan semesta alam yang nyata ataupun yang tidak tertampakkan.

Sering kali rasa kecewa muncul yang hendak menghancurkan keyakinannya, merusak pendiriannya karna brontak adanya sesuatu yang tidak terpenuhi dan karnanya juga Ia meyakini yaitu tidak tersampaikannya maksud dan tujuan.

Bisa penulis contohkan pada seorang bayi atau balita seoarang bayi akan menangis ketika ia hendak menyampaikan niatnya dengan tindakan tapi terhalangi oleh keadaan sekitar, karna itu juga yang menyebabkan kurangnya sifat aktif dari seoarng bayi coba itu diarahkan bukan mencegahnya untuk bebas bergerak maka kemungkian besar sibayi akan dapat bermain dengan riang dan membuat orang yang melihat akan merasa terhibur dengan gerak dia yang msih sangat begitu sangat lugu dan polos karna dia mampu untuk berbuat jujur dalam tindakan, jujur pada diri sendiri, orang lain, lingkungan dan alam jagad raya ini Ia tidak takut untuk melangkah, contoh lain juga bisa untuk kaum muda diantaranya ketika seorang remaja mengharapkan kasih sayang dari pacar atau kekasihnya yang tulus tapi karna keadaan yang mengharuskan ia merasakan kecewa, sakit hati, contoh pula untuk orang tua, Ia akan marah dan sedih ketika melihat anaknya melakukan suatu hal yang kurang tepat atau melihat anaknya tertindas oleh yang lain.

Ia pun masih sama dengan yang lain masih merasakan kecewa, jenuh dan muak dengan kehidupan ini tapi Ia kadang suka mengautis ria ketika Ia sudah tidak terpaut dengan orang lain tapi selama itu masih terkait dengan orang lain maka Ia akan menyelesaikan secara langsung dengan yang bersangkutan pastinya dengan cara-cara agar maksud dan tujuan bisa tersampaikan.

Akhirnya ia mampu merealisasikan impian dengan tindakan yang memuaskan sehingga sampailah pada pintu gerbang kebahagiaan perdamaian dengan karya-karyanya yang tidak akan terlupakan oleh zaman.
Selamat jalan ilmuwan kamilul insan….!

Sekian, selamat jalan semoga tersukseskan.
Scientists, philosopher  & Jurist

Nama Lengkap : Ahmad Dahlan Baidowi
Nama Panggilan : Allan
Tempat-Tanggal-Lahir : Cilacap-09-Desember-1992
Alamat : Jl. Bima-Pucung Lor – Kroya – Cilacap
Status : Pelajar
Hobby : Mengamati – Meneliti – Menyaji – Menulis – Membaca : Membaca Tulisan &   
              Keadaan

·         ahmaddahlanbaidowi@gmail.com
·         ahmaddahlanbaidowi@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar