Dia yang Mulia
Pada suatu malam hari
yang sunyi ada seorang lelaki berpenampilan biasa layaknya seorang pemuda pada masanya,
ia temani secangkir kopi hitam dan ia memulai hari-harinya dengan sebuah
harapan pada keyakinan yang telah lama ia jalankan dengan berbagai tindakan
salah satunya dengan menjalin
persahabatan yang berlandaskan persaudaraan, ia
tak pernah melalui hari-harinya tanpa dengan sebuah kebersamaan dari
berbagai kalangan baik yang masih tergolong anak-anak dan remaja serta tidak
dilupakannya untuk bergaul dengan yang sudah tergolong tua ataupun lanjut usia
guna untuk lebih memperkaya ilmu atau pengalaman kadang juga hanya mendapatkan
sebuah informasi yang lebih mematangkan sebuah tindakan dan impian yang ia
harapkan.
Sebuah karya tulis
selalu ia rintis dengan hati yang lapang kadang juga untuk melupakan jeritan
batin yang menangis karna teriris oleh keadaan yang begitu ironis, keadaan
moral kian tragis sang ia mampu menepis hingga terlukiskannya tindakan dalam
sebuah karya tulis.
Kesunnyian menjadi
tempat idaman ketika ia mulai jenuh dengan keadaan bukan itu sebuah pelarian
dalam kehidupannya karna itu pula ia mampu temukan sebuah kedamaian yang tidak
bisa terlukiskan dengan keadaan meskipun
angan-angan menghadang jalan yang malang melintang dari seberang itu sama
sekali tak bisa halangi tindakan yang ia rencanakan dengan sebuah kepastian dan
keharusan meskipun tersendat-sendat oleh lingkungan ya itulah memang sebuah
rintangan yang harus ia selesaikan agar supaya terbentuk suatu kpribadian atau
kemandirian yang matang menjadi insan budiman sebagai suri tauladan setiap insane
sepanjang zaman.
Itu semua barulah Ia
melangkah karna masih belum sepenuhnya ia mengerti dalamnya sebuah kehidupan,
panjangnya medan perjalanan dalam kehidupan yang tidak bisa terabaikan, apapun
jalan yang di berikan tuhan dengan kesulitan yang begitu menawan menarik
perhatian ataupun kesulitan yang mengasikan dalam tindakan meskipun demikian ia
tak henti-hentinya bersabar melatunkan lika-liku kehidupan bersama kawan-kawan
dengan nyanyian kebebasan dan rintihan kemauan yang terus terucapkan berupa
tindakan perkataan sebagai sarana hiburan untuk meluruskan suatu takdir yang
telah terlukisakan oleh keadaan dimana tidak ada lagi rasa penyesalan,
keresahan yang merusak iman di situ hanya ada kebahagiaan dan kenyamanan dengan
kasih suci sang maha suci iyalah Tuhan semesta alam yang nyata ataupun yang
tidak tertampakkan.
Sering kali rasa kecewa
muncul yang hendak menghancurkan keyakinannya, merusak pendiriannya karna
brontak adanya sesuatu yang tidak terpenuhi dan karnanya juga Ia meyakini yaitu
tidak tersampaikannya maksud dan tujuan.
Bisa penulis contohkan
pada seorang bayi atau balita seoarang bayi akan menangis ketika ia hendak
menyampaikan niatnya dengan tindakan tapi terhalangi oleh keadaan sekitar,
karna itu juga yang menyebabkan kurangnya sifat aktif dari seoarng bayi coba
itu diarahkan bukan mencegahnya untuk bebas bergerak maka kemungkian besar
sibayi akan dapat bermain dengan riang dan membuat orang yang melihat akan
merasa terhibur dengan gerak dia yang msih sangat begitu sangat lugu dan polos
karna dia mampu untuk berbuat jujur dalam tindakan, jujur pada diri sendiri,
orang lain, lingkungan dan alam jagad raya ini Ia tidak takut untuk melangkah,
contoh lain juga bisa untuk kaum muda diantaranya ketika seorang remaja
mengharapkan kasih sayang dari pacar atau kekasihnya yang tulus tapi karna
keadaan yang mengharuskan ia merasakan kecewa, sakit hati, contoh pula untuk
orang tua, Ia akan marah dan sedih ketika melihat anaknya melakukan suatu hal
yang kurang tepat atau melihat anaknya tertindas oleh yang lain.
Ia pun masih sama
dengan yang lain masih merasakan kecewa, jenuh dan muak dengan kehidupan ini
tapi Ia kadang suka mengautis ria ketika Ia sudah tidak terpaut dengan orang
lain tapi selama itu masih terkait dengan orang lain maka Ia akan menyelesaikan
secara langsung dengan yang bersangkutan pastinya dengan cara-cara agar maksud
dan tujuan bisa tersampaikan.
Akhirnya ia mampu
merealisasikan impian dengan tindakan yang memuaskan sehingga sampailah pada
pintu gerbang kebahagiaan perdamaian dengan karya-karyanya yang tidak akan
terlupakan oleh zaman.
Selamat jalan ilmuwan
kamilul insan….!
Sekian, selamat jalan
semoga tersukseskan.
Scientists, philosopher & Jurist
Nama
Lengkap : Ahmad Dahlan Baidowi
Nama Panggilan : Allan
Tempat-Tanggal-Lahir : Cilacap-09-Desember-1992
Alamat : Jl. Bima-Pucung Lor – Kroya – Cilacap
Status : Pelajar
Hobby : Mengamati – Meneliti – Menyaji – Menulis – Membaca : Membaca Tulisan &
Keadaan
Nama Panggilan : Allan
Tempat-Tanggal-Lahir : Cilacap-09-Desember-1992
Alamat : Jl. Bima-Pucung Lor – Kroya – Cilacap
Status : Pelajar
Hobby : Mengamati – Meneliti – Menyaji – Menulis – Membaca : Membaca Tulisan &
Keadaan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar