Rasa lelah ini karna tak ada inspirasi, inginku membuat karya yang mampu membuat kalian bangga tapi terasa tak ada harapan untukku mencari adanya celah dari situasi yang sedang terjadi.Tulisan ini hanya kiasan dari sebuah kenyataan yang membiaskan sedikit harapan, panduan tertulis menjadi hiburan realis, sedikit memperkenalkan keadaan diri dengan coretan jernih yang tersisih.
Abstain ku karna jenuhnya dengan keadaan yang terpaksa harus di lawan dengan abstraknya suatu tindakan supaya tahu abulhayat dan adiinsan agar tercipta adikarya.
Banyak suara yang nampak aga dengan agitasi agresi dapat dirasakan keantusiasannya dari nafas yang terhempas tak ajab jika hasilnya pun sedikit waktu yang terasa, orientasi perlombaan kehidupan dalam berkarya lunglaipun menghampiri diri.
Jika kau merasa adanya suatu yang mampu membahagiakanmu itu dari kata kebetulan bisakah kau ceritakan dengan lantang adanya suatu itu dari diri kamu sendiri, tunjukan.
Waktu tak akan mungkin kembali lagi karna itu aku isi hari demi hari dengan hal yang beda memang sih kadang terlihat bodoh dan konyol , coba artikan dari kebodohan bukankah itu suatu keindahan dari keluguan yang membuat tawa hilangkan beban yang ada ataupun menjadi tema pembahasan yang kerap diperbincangkan dari setiap kalangan tanpa merekam keadaan yang pantas untuk di artikan dan di camkan lisan setiap insan.
Dengan kerendahan hati bukan rendah diri aku merintis menjadi sosok yang tak akan tergantikan zaman meski di rendahkan tapi tak akan ada hasil malah karnanya engkau mengakui keberadaanku dan ke unggulanku tersisihkan dari sebuah ucapan tertangkap keistimewaan dalam hati dan tindakan.Scientist philosopher & jurist mulai ku rintis apakah tampak ironis pernyataan dari penulis mulai mereformis dari sebuah karya tulis plastis, optimistis nyaris terkikis karna narsisnya dengan metodis materialis, adanya manifestasi banyak di manipulasi dan terus mentradisi dari setiap generasi yang pada akhirya terkena malagizi al-hak yang berdampak lawak tanpa mengenal bijak ataupun yang hak.
Zuhud pun tak terwujud dari diri hanya kenistaan dan kekurangan yang teraplud, adanya ujud mampu merajai dan meneriakan teladan dari setiap sujud dengan diam mengerti dan memahami sifat wujud.
Spontan memilah dari suatu pilihan. selalu meneriman dengan percuma karna tak mengerti paradigma yang tak akan habis menggema dalam jiwa tersambut dengan panembrama hingga terpenuhinya pancadharma, padma seakan menjadi norma kesucian dalam juang niratma yang menjelma pada setiap nama hukama. sukma membidas dengan tegas berirama beringas nan lugas, rima ku perlahan terus menyusup dan menjelma di setiap tema tanpa adanya aksioma.
Allan ADBeat
Lihat yang lain :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar