KETUKAN BANGKITKAN ANGAN PADA SEBUAH TINDAKAN
BEATS & FLAVORS
Salam
mulia saudara semua…..!!!
Seperti pagi ini di kota satria saya meneruskan
tindakan aksi diri yang tlah lama terukir di alam bawah fikir, sebuah
kekurangan materi dan informasi seringkali menyelipkan sebuah harapan palsu ,
meskipun demikian masih ada sedikit yang bisa saya banggakan akan keadaan yang
penuh kekurangan dan kelemahan sehingga mengantarkanku pada kebahagiaan yang
tak terlihatkan yaitu sebuah kebebasan/ kenyamanan dalam kehidupan meskipun
banyak orang yang menyatakan bahwa kebebasan itu hanya omong kosong atau tidak
akan pernah tercipta suatu kebebasan sewaktu kita masih hidup dengan sebuah
kebiasaan, selagi kita hidup bersama banyak orang, tapi bagiku pernyataan ini tadi
juga sebuah kebohongan karna mereka mungkin
tidak mampu untuk menyelami dalamnya kehidupan yang penuh rintangan menantang
perjuangan seeseorang dari setiap sisi, dari setiap celah kehidupan untuk
memilah meskipun saya sendiri belum seutuhnya mampu untuk membuktikan pada
dunia tapi karna “rasa” ini juga saya berani untuk menyatakan apa yang saya anggap
itu sebuah keharusan keadilan dan pengakuan bahwa setiap manusia tercipta dari
rasa yang sama ya itulah jiwa, dimana setiap makhluk hidup mampu untuk hidup dan
mempertahankan hidupnya karna ia mempunyai jiwa atau kekuatan yang tersimpan di
dalam diri setiap insan itulah mengapa manusia di angapnya makhluk ciptaan yang
paling sempurna di antara makhluk yang tercipta lainnya.
Dari banyaknya makhluk yang ada hanya
manusia lah yang di karuniai akal, budi dan hati untuk menggapai setiap mimpi
yang ia kehendaki, mengggenggam cita di dunia yang nyata, melukis hidup di alam
yang redup, mungkin perlu di ingat dan di renungi bahwa manusialah yang mampu
serta berperan penting menjaga dan melestarikan bumi dan alam jagad raya ini dengan
segala usaha dari kekuatan yang ada. Jika bukan manusia yang menjaga untuk melestarikan
bumi dan alam jagad raya, apakah keindahan alam ini akan di biarkan dan
tenggelam tertelan sang waktu?, keadilan akan hilang dengan sebuah kebiasaan,
pendidikan akan tergantikan dengan sebuah guyonan dan kepura-pura an?,
kebersamaan terlapiskan dengan sebuah kesombongan, kesejahteraan terselimutkan
pada tindassan, apakah kalian akan membiarkan dan lapang dada jika bumi telah tiada???
Tiada lagi kepedulian pada sesama manusia dan makhluk hidup lainnya, tiada lagi
nyanyian kebebasan yang berlandaskan ketuhanan, tiada lagi hak dan kewajiban?
Sampai saat ini masih tetap bisa saya
rasakan dari suatu keadaan yang semakin menekan pada lisan dan tindakan
membuatku berani untuk mencobanya serta bertahan dengan suatu hal yang
membingungkan tapi bukanlah ini yang menjadi sebuah hambatan untuk melukis,
sungguh di sela waktu ku bermimpi menangis tragis untuk diri yang terlumpuri dari situ pula saya
terus memulai untuk merenungi suatu hal yang akan sedang dan telah terjadi
terutama pada diri dan dari diri sendiri hingga lapang dada ciptakan untuk
syukuri.
Karna adanya suatu ketukan sungguh mampu
untuk mengetuk hati dan perasaan demi melanjutkan karya dan siap untuk terus
melangkahkan kaki hingga ketukan akan menggema sepanjang masa dengan irama yang
menyadarkan hak dan kewajiban antar sesama yang bersifat vertical dan
horisontal.
Ketukan
yang menyatu dengan indahnya nada maka terciptalah sebuah irama yang menjelma
pada setiap harapan manusia, menunjukan besarnya perjuangan, mengambarkan rumit
dan indahnya kehidupan, yang telah lama di kenal atau di sebut sebagai “music”,
Musik merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Selain
menghibur, musik dapat pula mencerdaskan manusia dan terapi kesehatan untuk
mengobati stress pada manusia. Lantunan Musik biasanya diciptakan untuk
menggambarkan keadaan tertentu, baik itu susah, senang, tentang alam atau
kehidupan.
Music
juga bisa membuat manusia lebih bermakna, music / ketukan dari sebuah alat pada
umunya tapi juga ada music dari diri kita sendiri yang selalu dan terus
mengembus selagi kita masih mampu untuk bernafas selama itu pula music/ketukan
di diri kita akan tetap ada yaitu music/ketukan dari jantung kita, denyut nadi
kita, hembusan nafas kita serta ketukan semangat dari jiwa kita yaitu bermimpi
dan bertindak menuruti setiap keadaan yang timbul dari jiwa / hati nurani, ya
itu lah juga music yang secara tersirat untuk tetap eksis dan teringat setiap
saat jika kalian mengerti dan mampu untuk mengahayat.
Sehingga
jika kita bisa menikmati musik sesuai yang kita senangi dapat memberikan suatu
inspirasi, ketenangan, bahkan musik dapat mencerdaskan.
Otak manusia terdiri dari dua bagian,
otak kiri dan otak kanan. Otak kiri bekerja untuk fungsi logika, sequence,
analisa, sedangkan otak kanan bekerja untuk tugas visual, ruang (geometric),
creativity, mood, emotion,
dan sebagainya. Dalam sebuah laman www.mangucup.net
dipaparkan “musik yang bagus akan menghasilkan 'mood' dan emosi yang
bagus. Karena dia dapat dianalisa secara matematis, dan logis, maka manusia
dapat mengembangkan musik itu lebih baik atau creativity. Agar manusia
mendapatkan 'harmony', maka kedua belah otak harus difungsikan.”
Beberapa fungsi musik tersebut amat
bermanfaat bagi kecerdasan manusia melalui nada-nada yang dilantumkan. Beberapa
penelitian mengungkapkan bahwa nada-nada tertentu dapat menstimulasi otak janin
di dalam tubuh sang ibu yang sedang hamil. Jika masa kehamilan tersebut si ibu
memberikan alunan musik-musik klasik seperti karya Mozart, Sebastian
Bach dan sebagainya kepada calon bayinya melalui perutnya, maka akan berdampak
positif, dan nantinya akan berdampak pada kecerdasan janin.
Falsafah jawa
Alam pikiran dan pandangan hidup orang Jawa
Orang
Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan
karena sebelumnya semuanya terjadi di dunia ini
Tuhanlah yang pertama kali ada. Pusat yang dimakusd disini dalam pengertian ini
adalah yang dapat memeberikan penghidupan, kesimbangan, dan kestabilan, yang
dapat juga memberi kehidupan dan penghubung dengan dunia atas.
Pandangan
orang Jawa yang demikian biasa disebut Kawula lan Gusti, yaitu pandangan yang
beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah
mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir itulah
manusia menyerahkan diri secara total selaku kawula (hamba)terhadap
Gustinya(SangPencipta).
Sebagian
besar orang Jawa termasuk dalam golongan bukan muslim santri yaitu yang
mencampurkan beberapa konsep dan cara berpikir Islam dengan pandangan asli
mengenai alam kodrati dan alam adikodrati.
Pandangan
hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah
sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang
kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup.
Ciri
pandangan hidup orang Jawa adalah realitas yang mengarah kepada pembentukan
kesatuan numinus antara alam nyata, masyarakat, dan alam adikodrati yang
dianggap keramat. Orang Jawa bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka
hanya menjalankan saja.
Dasar
kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada
didunia ini pada hakekatnya adalah satu atau merupakan kesatuan hidup.
Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu
perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius.
Alam
pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam)
yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah
sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta yang mengandung kekuatan
supranatural da penuh dengan hal-hal yang bersifat misterius. Sedangkan
mikrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap
dunia nyata. Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan
keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos.
Dalam
makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki hirarki yang
ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan orang Jawa dan adanya tingkatan
dunia yang semakin sempurna (dunia atas-dunia manusia-dunia bawah). Alam
semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang
mempersatukan dan memberi keseimbangan.
Sikap
dan pandangan tehadap dunia nyata (mikrokosmos) adalah tercermin pada kehidupan
manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan
manusia sehari-hari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam mengahdapi
kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan
batin dan jiwanya.
Bagi
orang Jawa, pusat di dunia ada pada raja dan karaton, Tuhan adalah pusat
makrokosmos sedangkan raja adalah perwujudan Tuhan di dunia sehingga dalam
dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan alam. Jadi raja adalah pusat
komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari Tuhan dengan karaton
sebagai kediaman raja karaton merupakan pusat keramat kerajaan dan
bersemayamnya raja karena raja merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang
mengalir ke daerah dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan
Kegiatan religius orang Jawa
Menurut
kamus bahasa Inggris istilah kejawen adalah Javanism, Javaneseness; yang
merupakan suatu cap deskriptif bagi unsur-unsur kebudayaan Jawa yang dianggap
sebagai hakikat Jawa dan yang mendefinisikannya sebagai suatu kategori khas.
Javanisme yaitu agama besarta pandangan hidup orang. Javanisme yaitu agama
besarta pandangan hidup orang Jawa yang menekankan ketentraman batin,
keselarasan dan keseimbangan, sikap nrima terhadap segala peristiwa yang
terjadi sambil menempatkan individu di bawah masyarakat dan masyarakat dibawah
semesta alam.
Kemungkinan
unsur-unsur ini berasal dari masa Hindu-Budha dalam sejarah Jawa yang berbaur
dalam suatu filsafat, yaitu sistem khusus dari dasar bagi perilaku kehidupan.
Sistem pemikiran Javanisme adalah lengkap pada dirinya, yang berisikan
kosmologi, mitologi, seperangkat konsepsi yang pada hakikatnya bersifat mistik
dan sebagainya yang anthropologi Jawa tersendiri, yaitu suatu sistem gagasan
mengenai sifat dasar manusia dan masyarakat yang pada gilirannya menerangkan
etika, tradisi, dan gaya Jawa.
Singkatnya
Javanisme memberikan suatu alam pemikiran secara umum sebagai suatu badan pengetahuan
yang menyeluruh, yang dipergunakan untuk menafsirkan kehidupan sebagimana
adanya dan rupanya. Jadi kejawen bukanlah suatu kategori keagamaan, tetapi
menunjukkan kepada suatu etika dan gaya hidup yang diilhami oleh cara berpikir
Javanisme.
Sebagian besar dari masyarakat Jawa adalah Jawa Kejawen atau Islam abangan, dalam hal ini mereka tidak menjalani kewajiban-kewajiban agama Islam secara utuh misalnya tidak melakukan sembayang lima waktu, tidak ke mesjid dan ada juga yang tidak berpuasa di saat bulan Ramadhan.
Dasar
pandangan mereka adalah pendapat bahwa tatanan alam dan masyarakat sudah
ditentukan dalam segala seginya. Mereka menganggap bahwa pokok kehidupan dan
status dirinya sudah ditetapkan, nasibnya sudah ditentukan sebelumnya jadi
mereka harus menaggung kesulitanhidupnya dengan sabar. Anggapan-anggapan mereka
itu berhubungan erat dengan kepercayaan mereka pada bimbingan adikodrati dan
bantuan dari roh nenek moyang yang seperti Tuhan sehingga menimbulkan perasaan
keagamaan dan rasa aman
Kejawen
dapat diungkapkan dengan baik oleh mereka yang mengerti tentang rahasia
kebudayaan Jawa, dan bahwa kejawen ini sering sekali diwakili yang paling baik
oleh golongan elite priyayi lama dan
keturunan-keturunannya yang menegaskan adalah bahwa kesadaran akan budaya
sendiri merupakan gejala yang tersebar luas dikalangan orang Jawa.
Kesadaran
akan budaya ini sering kali menjadi sumber kebanggaan dan identitas kultural.
Orang-orang inilah yang memelihara warisan budaya Jawa sevara mendalam sebagai
kejawen.
Pemahan
orang Jawa Kejawen ditentukan oleh kepercayaan mereka pada pelbagai macam
roh-roh yang tidak kelihatan yang dapat menimbulkan bahaya seperti kecelakaan
atau penyakit apabila mereka dibuat marah atau penganutnya tidak hati-hati.
Untuk melindungi semuanya itu, orang Jawa kejawen memberi sesajen atau caos
dahar yang dipercaya dapat mengelakkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan
dan mempertahankan batin dalam keadaan tenang. Sesajen yang digunakan biasanya
terdiri dari nasi dan aneka makanan lain, daun-daun bunga serta kemenyan.
Contoh
kegiatan religius dalam masyarakat Jawa, khususnya orang Jawa Kejawen adalah
puasa atau siam. Orang Jawa Kejawen mempunyai kebiasaan berpuasa pada hari-hari
tertentu misalnya Senin-Kamis atau pada hari lahir, semuanya itu merupakan asal
mula dari tirakat. Dengan tirakat orang dapat menjadi lebih kuat rohaninya dan
kelak akan mendapat manfaat. Orang Jawa kejawen menganggap bertapa adalah suatu
hal yang cukup penting.
Dalam
kesusastraan kuno orang Jawa, orang yang berabad-abad bertapa dianggap sebagai
orang keramat karena dengan bertapa orang dapat menjalankan kehidupan yang
ketat ini dengan disiplin tinggi serta mampu manahan hawa nafsu sehingga
tujuan-tujuan yang penting dapat tercapai. Kegiatan orang Jawa kejawen yang lainnya
adalah meditasi atau semedi.
Menurut
Koentjaraningrat, meditasi atau semedi biasanya dilakukan bersama-sama dengan
tapabrata (bertapa) dan dilakukan pada tempat-tempat yang dianggap keramat
misalnya di gunung, makam keramat, ruang yang dikeramatkan dan sebagainya. Pada
umumnya orang melakukan meditasi adalah untuk mendekatkan atau menyatukan diri
dengan Tuhan.
Karna itu pula suku jawa mampu untuk
berkarya sebagai symbol yang nyata dari sebuah keluhuran , ceritanya bermula
dari munculnya kerajaan Kediri sampai zaman penjajahan Belanda di Indonesia.
Di dalam ceritanya pun dituliskan bahwa
segala bentuk kebenaran dan kebesaran rajanya selalu dikagumi rakyatnya. Bahkan
disebutkan bahwa raja itu adalah keturunan dewa atau nabi yang mampu
memancarkan cahaya dari tubuhnya, karena keistimewaannya.
Ceritanya tentu saja berpusat pada raja
yang berkuasa saat ituDiceritakan juga tentang silsilah dewa-dewa dan tokoh
yang ada dalam kisah Mahabharata. Kisahnya kemudian berlanjut ke masa Kerajaan
Kediri, Pajajaran, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram, Kartasura, sampai
Surakarta.
Seperti
karya sastra pada umumnya, nilai-nilai moral ini merupakan unsur pembentuk
kepribadian yang dapat dicontoh oleh para pembacanya. Nilai-nilai moral dalam
suatu karya sastra akan terungkap dalam bentuk uraian narasinya.
Selain
nilai kebudayaan yang tinggi, nilai moral, seperti nilai-nilai keagamaan,
kearifan, dan kebenaran serta kepastian cukup kental ditampilkan pada
pengertian ini. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam lisan dan tindakan
jawa (ngerti /suatu pengertian) ini yang mendalam secara tersirat dari beberapa
ungkapan dimunculkan dalam isi cerita yang terlewatkan.
Pernyataan para pakar :
Budaya
Jawa merupakan budaya suku bangsa yang telah dikenal oleh dunia sebagai budaya
adiluhung yang diperhitungkan dunia. Budaya Jawa telah memberikan sekian banyak
corak dan warna budaya di Indonesia. Beberapa produk karya cipta otak manusia
Jawa berupa bangunan, lukisan, ukiran, patung, tarian, masakan, bahasa dan
tulisan adalah bukti peninggalan cipta otak Jawa. Bahkan, ada yang telah
mendapatkan pengakuan secara internasional.
Budaya
diciptakan oleh otak-otak manusia sesuai dengan tingkatannya. Manusia Jawa
terlahir sebagai manusia dengan daya cipta yang luar biasa. Lihat saja struktur
bangunan Borobudur, tingkatan bahasa, struktur masyarakat, sosial dan
tatanegara, keraton, cara berbusana dan musik, semua hal yang komplek dan rumit
yang tidak akan tercipta tanpa modal otak yang cerdas.
Sebuah penelitian juga menunjukkan, apabila seorang ibu yang sedang hamil bekerja di tempat bising, maka kecenderungan akan mempunyai anak yang hiperaktif. Musik klasik dapat memberikan rangsangan pada bayi karena kaya komponen suara atau beragam alat musik yang tergabung di dalamnya.
Stimulasi musik klasik ini bisa mulai
diberikan sejak janin itu berusia empat bulan. "Pada masa ini janin sedang
membentuk sel-sel otak, dan syaraf janin jadi sudah bisa memberikan respons
pada stimulasi suara," dan karna
dia (janin) mempunyai rasa yang menyatu atau tersalurkan langsung mealui rasa
seorang ibu kandung.
Dari sebuah jurnal yang dirilis oleh
Aditya Setyawan mengungkapkan pada era akhir abad 20
ini, sejumlah pakar ilmu pengetahuan telah memperoleh berbagai bukti tentang
manfaat musik bagi kesehatan dan perkembangan manusia, mulai dari proses
perkembangan janin sampai pada proses menjelang kematian. musik merupakan salah
satu bentuk Stimulus yg dapat merangsang respon bayi pada saat awal kehidupan
mereka dan merupakan salah satu bentuk stimulus terakhir yang dikenal seseorang
pada saat menjelang ajalnya (Habermeyer,1999).
Murphy mengungkapkan pemanfaatan musik
dalam program pengasuhan (MTC = Music
Therapeutic Care-giving)
merupakan salah satu bentuk program dimana pengasuh (misalnya) menjadi model
penyanyi dan anak asuh mengikuti perilaku model untuk menyanyi. Proses ini
melibatkan aspek ketaatan dan perkembangan nalar (seperti dengan mengingat
syair serta memadu syair dengan gerak tertentu) dan juga merangsang
perkembangan emosional yakni hubungan pengasuh dan anak asuh.
Seorang pakar ilmu pengetahuan Murphy (1998) mengemukakan bahwa hubungan manusia,
khususnya hubungan orang tua dan anak akan menjadi lebih baik jika komunikasi
antara mereka tidak dibatasi oleh komunikasi verbal saja. Adanya komunikasi
non-verbal seperti sentuhan, belaian, serta senandung merupakan bentuk yangg
amat baik untuk diterapkan di dalam pola pengasuhan anak. Disamping itu musik
memiliki dampak terapi dalam pengasuhan, karena musik tidak hanya memberi
dampak pada subyek yangg diasuh tetapi juga pada pengasuh.
Nah pada masa-masa manusia tertentu,
musik juga memberikan sumbangan yang besar bagi manusia. Contohnya ketika
seseorang yang sedang bekerja dalam waktu yang padat dan amat sibuk, maka media
musik yang disukainya bisa dijadikan sebagai media relaksasi, sehingga tingkat
stress atau kepenatan dapat dikurangi.
Menurut pemerhati musik Nanok Triyono,
kinerja otak yang terlalu berat atau dapat menimbulkan rasa penat bahkan akan
berujung pada kondisi pikiran dan emosi yang labil. Fungsi musik dalam situasi
ini yakni dapat memberikan stimulus untuk memperingan atau me-refresh kinerja
otak tersebut, sehingga dapat mengurangi tingkat stress secara berkelanjutan.
Musik memang sudah menjadi bahasa yang
universal, dari tingkat anak-anak sampai orang tua juga tak luput dari
kesenangan mendengarkan musik. Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang tak
pernah mendengarkan musik, karena musikalitas sifatnya juga tak terbatas dalam
artian suara seseorang berbicarapun juda dapat dikategorikan sebagai musik,
bahkan dentuman geledekpun juga memilki nada. Dalam hal ini manusia memang
tidak jauh dari musik dan musik juga diciptakan dari karya pemikiran seseorang,
oleh karena itu akan tercipta simbiosis mutualisme yang selalu terjaga dengan
baik.
Demikian sajian pada suatu kesempatan ini
saya sampaikan selamat kawan.
Scientist philosopher & jurist.
Refrensi :
Scientists, philosopher & Jurist
Nama Lengkap : Ahmad Dahlan Baidowi
Nama Panggilan : Allan
Tempat-Tanggal-Lahir : Cilacap-09-Desember-1992
Alamat : Jl. Bima-Pucung Lor – Kroya – Cilacap
Status : Pelajar
Hobby : Mengamati – Meneliti – Menyaji – Menulis – Membaca : Membaca Tulisan &
Keadaan
Nama Panggilan : Allan
Tempat-Tanggal-Lahir : Cilacap-09-Desember-1992
Alamat : Jl. Bima-Pucung Lor – Kroya – Cilacap
Status : Pelajar
Hobby : Mengamati – Meneliti – Menyaji – Menulis – Membaca : Membaca Tulisan &
Keadaan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar