Sabtu, 10 Mei 2014

KETUKAN BANGKITKAN ANGAN PADA SEBUAH TINDAKAN




KETUKAN BANGKITKAN ANGAN PADA SEBUAH TINDAKAN
                                                    BEATS & FLAVORS
                                                Salam mulia saudara semua…..!!!

Seperti pagi ini di kota satria saya meneruskan tindakan aksi diri yang tlah lama terukir di alam bawah fikir, sebuah kekurangan materi dan informasi seringkali menyelipkan sebuah harapan palsu , meskipun demikian masih ada sedikit yang bisa saya banggakan akan keadaan yang penuh kekurangan dan kelemahan sehingga mengantarkanku pada kebahagiaan yang tak terlihatkan yaitu sebuah kebebasan/ kenyamanan dalam kehidupan meskipun banyak orang yang menyatakan bahwa kebebasan itu hanya omong kosong atau tidak akan pernah tercipta suatu kebebasan sewaktu kita masih hidup dengan sebuah kebiasaan, selagi kita hidup bersama banyak orang, tapi bagiku pernyataan ini tadi  juga sebuah kebohongan karna mereka mungkin tidak mampu untuk menyelami dalamnya kehidupan yang penuh rintangan menantang perjuangan seeseorang dari setiap sisi, dari setiap celah kehidupan untuk memilah meskipun saya sendiri belum seutuhnya mampu untuk membuktikan pada dunia tapi karna “rasa” ini juga saya berani untuk menyatakan apa yang saya anggap itu sebuah keharusan keadilan dan pengakuan bahwa setiap manusia tercipta dari rasa yang sama ya itulah jiwa, dimana setiap makhluk hidup mampu untuk hidup dan mempertahankan hidupnya karna ia mempunyai jiwa atau kekuatan yang tersimpan di dalam diri setiap insan itulah mengapa manusia di angapnya makhluk ciptaan yang paling sempurna di antara makhluk yang tercipta lainnya.

Dari banyaknya makhluk yang ada hanya manusia lah yang di karuniai akal, budi dan hati untuk menggapai setiap mimpi yang ia kehendaki, mengggenggam cita di dunia yang nyata, melukis hidup di alam yang redup, mungkin perlu di ingat dan di renungi bahwa manusialah yang mampu serta berperan penting menjaga dan melestarikan bumi dan alam jagad raya ini dengan segala usaha dari kekuatan yang ada. Jika bukan manusia yang menjaga untuk melestarikan bumi dan alam jagad raya, apakah keindahan alam ini akan di biarkan dan tenggelam tertelan sang waktu?, keadilan akan hilang dengan sebuah kebiasaan, pendidikan akan tergantikan dengan sebuah guyonan dan kepura-pura an?, kebersamaan terlapiskan dengan sebuah kesombongan, kesejahteraan terselimutkan pada tindassan, apakah kalian akan membiarkan dan lapang dada jika bumi telah tiada??? Tiada lagi kepedulian pada sesama manusia dan makhluk hidup lainnya, tiada lagi nyanyian kebebasan yang berlandaskan ketuhanan, tiada lagi hak dan kewajiban?    

Sampai saat ini masih tetap bisa saya rasakan dari suatu keadaan yang semakin menekan pada lisan dan tindakan membuatku berani untuk mencobanya serta bertahan dengan suatu hal yang membingungkan tapi bukanlah ini yang menjadi sebuah hambatan untuk melukis, sungguh di sela waktu ku bermimpi menangis tragis  untuk diri yang terlumpuri dari situ pula saya terus memulai untuk merenungi suatu hal yang akan sedang dan telah terjadi terutama pada diri dan dari diri sendiri hingga lapang dada ciptakan untuk syukuri.

Karna adanya suatu ketukan sungguh mampu untuk mengetuk hati dan perasaan demi melanjutkan karya dan siap untuk terus melangkahkan kaki hingga ketukan akan menggema sepanjang masa dengan irama yang menyadarkan hak dan kewajiban antar sesama yang bersifat vertical dan horisontal.

Ketukan yang menyatu dengan indahnya nada maka terciptalah sebuah irama yang menjelma pada setiap harapan manusia, menunjukan besarnya perjuangan, mengambarkan rumit dan indahnya kehidupan, yang telah lama di kenal atau di sebut sebagai “music”, Musik merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Selain menghibur, musik dapat pula mencerdaskan manusia dan terapi kesehatan untuk mengobati stress pada manusia. Lantunan Musik biasanya diciptakan untuk menggambarkan keadaan tertentu, baik itu susah, senang, tentang alam atau kehidupan.

Music juga bisa membuat manusia lebih bermakna, music / ketukan dari sebuah alat pada umunya tapi juga ada music dari diri kita sendiri yang selalu dan terus mengembus selagi kita masih mampu untuk bernafas selama itu pula music/ketukan di diri kita akan tetap ada yaitu music/ketukan dari jantung kita, denyut nadi kita, hembusan nafas kita serta ketukan semangat dari jiwa kita yaitu bermimpi dan bertindak menuruti setiap keadaan yang timbul dari jiwa / hati nurani, ya itu lah juga music yang secara tersirat untuk tetap eksis dan teringat setiap saat jika kalian mengerti dan mampu untuk mengahayat.
 
Sehingga jika kita bisa menikmati musik sesuai yang kita senangi dapat memberikan suatu inspirasi, ketenangan, bahkan musik dapat mencerdaskan.

Otak manusia terdiri dari dua bagian, otak kiri dan otak kanan. Otak kiri bekerja untuk fungsi logika, sequence, analisa, sedangkan otak kanan bekerja untuk tugas visual, ruang (geometric), creativity, mood, emotion, dan sebagainya. Dalam sebuah laman www.mangucup.net dipaparkan “musik yang bagus akan menghasilkan 'mood' dan emosi yang bagus. Karena dia dapat dianalisa secara matematis, dan logis, maka manusia dapat mengembangkan musik itu lebih baik atau creativity. Agar manusia mendapatkan 'harmony', maka kedua belah otak harus difungsikan.”

Beberapa fungsi musik tersebut amat bermanfaat bagi kecerdasan manusia melalui nada-nada yang dilantumkan. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa nada-nada tertentu dapat menstimulasi otak janin di dalam tubuh sang ibu yang sedang hamil. Jika masa kehamilan tersebut si ibu memberikan alunan musik-musik klasik seperti karya Mozart, Sebastian Bach dan sebagainya kepada calon bayinya melalui perutnya, maka akan berdampak positif, dan nantinya akan berdampak pada kecerdasan janin.


Falsafah jawa

Alam pikiran dan pandangan hidup orang Jawa

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelumnya semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Pusat yang dimakusd disini dalam pengertian ini adalah yang dapat memeberikan penghidupan, kesimbangan, dan kestabilan, yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung dengan dunia atas.

Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Kawula lan Gusti, yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir itulah manusia menyerahkan diri secara total selaku kawula (hamba)terhadap Gustinya(SangPencipta).

Sebagian besar orang Jawa termasuk dalam golongan bukan muslim santri yaitu yang mencampurkan beberapa konsep dan cara berpikir Islam dengan pandangan asli mengenai alam kodrati dan alam adikodrati.

Pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup.

Ciri pandangan hidup orang Jawa adalah realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan numinus antara alam nyata, masyarakat, dan alam adikodrati yang dianggap keramat. Orang Jawa bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka hanya menjalankan saja.

Dasar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu atau merupakan kesatuan hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. Dengan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang religius.

Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta yang mengandung kekuatan supranatural da penuh dengan hal-hal yang bersifat misterius. Sedangkan mikrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap dunia nyata. Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos.

Dalam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki hirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan orang Jawa dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna (dunia atas-dunia manusia-dunia bawah). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan.

Sikap dan pandangan tehadap dunia nyata (mikrokosmos) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia sehari-hari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam mengahdapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya.

Bagi orang Jawa, pusat di dunia ada pada raja dan karaton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja adalah perwujudan Tuhan di dunia sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan alam. Jadi raja adalah pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari Tuhan dengan karaton sebagai kediaman raja karaton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena raja merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan

Kegiatan religius orang Jawa

Menurut kamus bahasa Inggris istilah kejawen adalah Javanism, Javaneseness; yang merupakan suatu cap deskriptif bagi unsur-unsur kebudayaan Jawa yang dianggap sebagai hakikat Jawa dan yang mendefinisikannya sebagai suatu kategori khas. Javanisme yaitu agama besarta pandangan hidup orang. Javanisme yaitu agama besarta pandangan hidup orang Jawa yang menekankan ketentraman batin, keselarasan dan keseimbangan, sikap nrima terhadap segala peristiwa yang terjadi sambil menempatkan individu di bawah masyarakat dan masyarakat dibawah semesta alam.

Kemungkinan unsur-unsur ini berasal dari masa Hindu-Budha dalam sejarah Jawa yang berbaur dalam suatu filsafat, yaitu sistem khusus dari dasar bagi perilaku kehidupan. Sistem pemikiran Javanisme adalah lengkap pada dirinya, yang berisikan kosmologi, mitologi, seperangkat konsepsi yang pada hakikatnya bersifat mistik dan sebagainya yang anthropologi Jawa tersendiri, yaitu suatu sistem gagasan mengenai sifat dasar manusia dan masyarakat yang pada gilirannya menerangkan etika, tradisi, dan gaya Jawa.

Singkatnya Javanisme memberikan suatu alam pemikiran secara umum sebagai suatu badan pengetahuan yang menyeluruh, yang dipergunakan untuk menafsirkan kehidupan sebagimana adanya dan rupanya. Jadi kejawen bukanlah suatu kategori keagamaan, tetapi menunjukkan kepada suatu etika dan gaya hidup yang diilhami oleh cara berpikir Javanisme.

Sebagian besar dari masyarakat Jawa adalah Jawa Kejawen atau Islam abangan, dalam hal ini mereka tidak menjalani kewajiban-kewajiban agama Islam secara utuh misalnya tidak melakukan sembayang lima waktu, tidak ke mesjid dan ada juga yang tidak berpuasa di saat bulan Ramadhan.

Dasar pandangan mereka adalah pendapat bahwa tatanan alam dan masyarakat sudah ditentukan dalam segala seginya. Mereka menganggap bahwa pokok kehidupan dan status dirinya sudah ditetapkan, nasibnya sudah ditentukan sebelumnya jadi mereka harus menaggung kesulitanhidupnya dengan sabar. Anggapan-anggapan mereka itu berhubungan erat dengan kepercayaan mereka pada bimbingan adikodrati dan bantuan dari roh nenek moyang yang seperti Tuhan sehingga menimbulkan perasaan keagamaan dan rasa aman

Kejawen dapat diungkapkan dengan baik oleh mereka yang mengerti tentang rahasia kebudayaan Jawa, dan bahwa kejawen ini sering sekali diwakili yang paling baik oleh golongan elite priyayi lama dan keturunan-keturunannya yang menegaskan adalah bahwa kesadaran akan budaya sendiri merupakan gejala yang tersebar luas dikalangan orang Jawa.

Kesadaran akan budaya ini sering kali menjadi sumber kebanggaan dan identitas kultural. Orang-orang inilah yang memelihara warisan budaya Jawa sevara mendalam sebagai kejawen.

Pemahan orang Jawa Kejawen ditentukan oleh kepercayaan mereka pada pelbagai macam roh-roh yang tidak kelihatan yang dapat menimbulkan bahaya seperti kecelakaan atau penyakit apabila mereka dibuat marah atau penganutnya tidak hati-hati. Untuk melindungi semuanya itu, orang Jawa kejawen memberi sesajen atau caos dahar yang dipercaya dapat mengelakkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dan mempertahankan batin dalam keadaan tenang. Sesajen yang digunakan biasanya terdiri dari nasi dan aneka makanan lain, daun-daun bunga serta kemenyan.
Contoh kegiatan religius dalam masyarakat Jawa, khususnya orang Jawa Kejawen adalah puasa atau siam. Orang Jawa Kejawen mempunyai kebiasaan berpuasa pada hari-hari tertentu misalnya Senin-Kamis atau pada hari lahir, semuanya itu merupakan asal mula dari tirakat. Dengan tirakat orang dapat menjadi lebih kuat rohaninya dan kelak akan mendapat manfaat. Orang Jawa kejawen menganggap bertapa adalah suatu hal yang cukup penting.

Dalam kesusastraan kuno orang Jawa, orang yang berabad-abad bertapa dianggap sebagai orang keramat karena dengan bertapa orang dapat menjalankan kehidupan yang ketat ini dengan disiplin tinggi serta mampu manahan hawa nafsu sehingga tujuan-tujuan yang penting dapat tercapai. Kegiatan orang Jawa kejawen yang lainnya adalah meditasi atau semedi.

Menurut Koentjaraningrat, meditasi atau semedi biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata (bertapa) dan dilakukan pada tempat-tempat yang dianggap keramat misalnya di gunung, makam keramat, ruang yang dikeramatkan dan sebagainya. Pada umumnya orang melakukan meditasi adalah untuk mendekatkan atau menyatukan diri dengan Tuhan.

Karna itu pula suku jawa mampu untuk berkarya sebagai symbol yang nyata dari sebuah keluhuran , ceritanya bermula dari munculnya kerajaan Kediri sampai zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

Di dalam ceritanya pun dituliskan bahwa segala bentuk kebenaran dan kebesaran rajanya selalu dikagumi rakyatnya. Bahkan disebutkan bahwa raja itu adalah keturunan dewa atau nabi yang mampu memancarkan cahaya dari tubuhnya, karena keistimewaannya.

Ceritanya tentu saja berpusat pada raja yang berkuasa saat ituDiceritakan juga tentang silsilah dewa-dewa dan tokoh yang ada dalam kisah Mahabharata. Kisahnya kemudian berlanjut ke masa Kerajaan Kediri, Pajajaran, Majapahit, Demak, Pajang, Mataram, Kartasura, sampai Surakarta.

Seperti karya sastra pada umumnya, nilai-nilai moral ini merupakan unsur pembentuk kepribadian yang dapat dicontoh oleh para pembacanya. Nilai-nilai moral dalam suatu karya sastra akan terungkap dalam bentuk uraian narasinya.

Selain nilai kebudayaan yang tinggi, nilai moral, seperti nilai-nilai keagamaan, kearifan, dan kebenaran serta kepastian cukup kental ditampilkan pada pengertian ini. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam lisan dan tindakan jawa (ngerti /suatu pengertian) ini yang mendalam secara tersirat dari beberapa ungkapan dimunculkan dalam isi cerita yang terlewatkan.


Pernyataan para pakar :

Budaya Jawa merupakan budaya suku bangsa yang telah dikenal oleh dunia sebagai budaya adiluhung yang diperhitungkan dunia. Budaya Jawa telah memberikan sekian banyak corak dan warna budaya di Indonesia. Beberapa produk karya cipta otak manusia Jawa berupa bangunan, lukisan, ukiran, patung, tarian, masakan, bahasa dan tulisan adalah bukti peninggalan cipta otak Jawa. Bahkan, ada yang telah mendapatkan pengakuan secara internasional.

Budaya diciptakan oleh otak-otak manusia sesuai dengan tingkatannya. Manusia Jawa terlahir sebagai manusia dengan daya cipta yang luar biasa. Lihat saja struktur bangunan Borobudur, tingkatan bahasa, struktur masyarakat, sosial dan tatanegara, keraton, cara berbusana dan musik, semua hal yang komplek dan rumit yang tidak akan tercipta tanpa modal otak yang cerdas.

Sebuah penelitian juga menunjukkan, apabila seorang ibu yang sedang hamil bekerja di tempat bising, maka kecenderungan akan mempunyai anak yang hiperaktif. Musik klasik dapat memberikan rangsangan pada bayi karena kaya komponen suara atau beragam alat musik yang tergabung di dalamnya.

Stimulasi musik klasik ini bisa mulai diberikan sejak janin itu berusia empat bulan. "Pada masa ini janin sedang membentuk sel-sel otak, dan syaraf janin jadi sudah bisa memberikan respons pada stimulasi suara," dan  karna dia (janin) mempunyai rasa yang menyatu atau tersalurkan langsung mealui rasa seorang ibu kandung.

Dari sebuah jurnal yang dirilis oleh Aditya Setyawan mengungkapkan pada era akhir abad 20 ini, sejumlah pakar ilmu pengetahuan telah memperoleh berbagai bukti tentang manfaat musik bagi kesehatan dan perkembangan manusia, mulai dari proses perkembangan janin sampai pada proses menjelang kematian. musik merupakan salah satu bentuk Stimulus yg dapat merangsang respon bayi pada saat awal kehidupan mereka dan merupakan salah satu bentuk stimulus terakhir yang dikenal seseorang pada saat menjelang ajalnya (Habermeyer,1999).

Murphy mengungkapkan pemanfaatan musik dalam program pengasuhan (MTC = Music Therapeutic Care-giving) merupakan salah satu bentuk program dimana pengasuh (misalnya) menjadi model penyanyi dan anak asuh mengikuti perilaku model untuk menyanyi. Proses ini melibatkan aspek ketaatan dan perkembangan nalar (seperti dengan mengingat syair serta memadu syair dengan gerak tertentu) dan juga merangsang perkembangan emosional yakni hubungan pengasuh dan anak asuh.

Seorang pakar ilmu pengetahuan Murphy (1998) mengemukakan bahwa hubungan manusia, khususnya hubungan orang tua dan anak akan menjadi lebih baik jika komunikasi antara mereka tidak dibatasi oleh komunikasi verbal saja. Adanya komunikasi non-verbal seperti sentuhan, belaian, serta senandung merupakan bentuk yangg amat baik untuk diterapkan di dalam pola pengasuhan anak. Disamping itu musik memiliki dampak terapi dalam pengasuhan, karena musik tidak hanya memberi dampak pada subyek yangg diasuh tetapi juga pada pengasuh.

Nah pada masa-masa manusia tertentu, musik juga memberikan sumbangan yang besar bagi manusia. Contohnya ketika seseorang yang sedang bekerja dalam waktu yang padat dan amat sibuk, maka media musik yang disukainya bisa dijadikan sebagai media relaksasi, sehingga tingkat stress atau kepenatan dapat dikurangi.

Menurut pemerhati musik Nanok Triyono, kinerja otak yang terlalu berat atau dapat menimbulkan rasa penat bahkan akan berujung pada kondisi pikiran dan emosi yang labil. Fungsi musik dalam situasi ini yakni dapat memberikan stimulus untuk memperingan atau me-refresh kinerja otak tersebut, sehingga dapat mengurangi tingkat stress secara berkelanjutan.

Musik memang sudah menjadi bahasa yang universal, dari tingkat anak-anak sampai orang tua juga tak luput dari kesenangan mendengarkan musik. Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang tak pernah mendengarkan musik, karena musikalitas sifatnya juga tak terbatas dalam artian suara seseorang berbicarapun juda dapat dikategorikan sebagai musik, bahkan dentuman geledekpun juga memilki nada. Dalam hal ini manusia memang tidak jauh dari musik dan musik juga diciptakan dari karya pemikiran seseorang, oleh karena itu akan tercipta simbiosis mutualisme yang selalu terjaga dengan baik.

Demikian sajian pada suatu kesempatan ini saya sampaikan selamat kawan.

Scientist philosopher & jurist.

Refrensi :



Scientists, philosopher  & Jurist

Nama Lengkap : Ahmad Dahlan Baidowi
Nama Panggilan : Allan
Tempat-Tanggal-Lahir : Cilacap-09-Desember-1992
Alamat : Jl. Bima-Pucung Lor – Kroya – Cilacap
Status : Pelajar
Hobby : Mengamati – Meneliti – Menyaji – Menulis – Membaca : Membaca Tulisan &   
              Keadaan

·         ahmaddahlanbaidowi@gmail.com
·         ahmaddahlanbaidowi@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar