Dejavu kata yang saya awali untuk membuka karya tulis yang kaya, kaya dengan kekurangan dan kelebihan sebagai kesatuan.
Seperti terulang kembali suasana indah yang dulu pernah tercipta ketika aku bersamanya menumbuhkan semangat juangku, menyamankan jiwaku yang tak terhambat oleh waktu karna terlewatkan bersama kawan.
Pada hari rabu kira-kira jam 13 30 aku dan kawanku berangkat menuju kota kebumen untuk acara pentas di kampus IAINU Kebumen, awalnya sih biasa saja tapi perasaan untuk menghadiri pementasan temen sendiri masih tetap ada itupun juga merupakan hobbyku berjalan-berjalan dengan kawan-kawan dengan segala keterbatasan dan kekurangan dari diiriku ya itung-itung juga mengisi waktu selagi masih bisa kesana kemari mengisi hari-hari.
Sebetulnya bukan ini yang mendorong ku untuk berbagi tulisan tapi lebih simple sih, selama dua hari dari waktu pemberangkatan menuju kebumen sebelum itu aku hanya tidur 3/4 jam an dalam kurun waktu 24 jam di lanjut pada waktu dimana aku dapat menghabiskan dengan senyuman bersama teman-teman baruku dimana kami bermalam dan berpentas di kampus IAINU Kebumen, dalam dua hari di kota kebumen hanya tidur 06 jam dengan banyak kegiatan tapi bukan letih ataupun merasa bosan dan percuma namun terasa lebih enjoy dalam menjalani hidup ini sesampainya di sekretariat BEM UNWIKU Purwokerto bukannya bebaring dan menghela nafas panjang untuk memulai istirahat malah masih di teruskan lagi bersama kawan dengan suasana yang beda dari diriku sendiri, aku merasa dapat pengetahuan baru, temen baru, saudara baru, pemikiran baru, formasi tindakan baru, kata/kalimat yang baru di mana hal ini merupakan suatu keindahan.
Rasa yang seperti ini yang mungkin saya rindukan setiap saat untuk mengahadapi dunia dan waktu yang kadang terlihat kaku, penuh tantangan kadang pula licik datang mencekik, tapi tak tau kenapa aku punya sedikit keyakinan bahwa rasa ini yang mampu mempertahankan diriku dari segala yang ada entah itu cacian, ataupun pujian, perkembangan ataupun kemerosotan.
Mengingat diriku yang kadang tak mengenal waktu untuk terlihat bermain atau belajar, berbuat dosa ataukah pahala, baik ataukah buruk, hina ataukah mulia sudah tak begitu aku pedulikan meskipun kadang diri bertanya mengapa demikian tapi terus saya nikmati jalan ini, apakah ini telah tergariskan ataukah hanya hiburan dan lagi ini juga sudah tak begitu aku hiraukan.
MAAF KAWAN ATAS SEGALA KESALAHAN DAN KEKURANGAN SERTA KELEBIHAN.
KHILAFKU ADALAH SEBUAH KESENGAJAANKU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar