Di kala itu ku teringat dengan perjalanan hidup pada waktu yang lalu membuat ku pilu dan termenung untuk mengkaji adanya tindakan yang terkesan keji tapi karnanya ku juga sedikit sadar bahwa itu adalah sebagian dari sifat terpuji yang selalu memaksaku dengan perlahan menghampiri suatu yang ku nanti hingga tersampaikan pada impian,Dalam kebodohan ini terangkum juga beragam momentum yang tidak bisa engkau amati apabila tak aku tuangkan oleh keindahan ucapan sayangnya diri ini bukan insan yang bisa sopan dalam kata dan tindakan karna ini juga kalian butuh kejelian dan ke lapangan untuk mengerti waktu dan kepedulian kebersamaan.
Upaya dan pengorbanan ku ini tak perlu kau ragukan karna ku bersungguh dalam tindakan, beribu kisah dan kasih yang kau taburkan tak akan pernah tergantikan meski sekuat tenaga ku berjuang sampai nafas terhentikan tapi tetap semua dari kalian tak bisa terbalaskan.
Kini trus ku lalui waktu demi waktu tanpa nasehat yang membuat ku kuat, iringan doa dan kasihmu masih tetap terasa, amanat yang begitu besar menjadi harapan di hari tua, sampai saat ini ku hanya terdiam malas kalian hanya memeras air mata terasa pedas dalam bertugas ketika melihat anakmu yang ditindas, memang itu semua tak pernah kau harapkan setidaknya ada pembuktian dariku yang tersampaikan.
Hati kalian begitu teliti untuk terus mengamati dan menyaji untuk si buah hati hingga buah hati paham akan kebersamaan yang penuh arti, saat ini ku ucapkan maaf atas segala khilaf memikirkan dengan perlahan berprinsip kehati-hatian maafkan anakmu ayah, maafkan anakmu ibu,
Ku beranjak dewasa kekeliruan dan kekecewaan semakin ku rasa hingga kapan ku terus begini dengan kekurangan dan kelebihan dari tuhan yang sesungguhnya tidak pernah ku miliki sampai saat ini & nanti.
Dari pengamatanku ini bahwa hidupku seakan di haruskan untuk sedikit menunggu atau dengan kata lain apapun itu yang ku harapkan akan tertunda dan pasti ada kata "tunda & tertunda" sejenak hingga sampai pada saat yang tepat, dari situ juga mungkin alam mengajariku untuk bersabar menunggu dan mengamati dari apa yang hendak terjadi finally jangan salahkan bila saya sedikit hobby mengamati karna itu adalah pengisian waktu dimana ada peluang saat itu pula ku terjang apa yang ada di depanku.
Diwaktu kecil ku mengaharapkan di belikan sepeda oleh orang tua tapi ternyata tak ada wujudnya sampai sekarang ini, mengaharapkan dan dijanjikan oleh saudara sebidang lapangan tenis meja tapi sama saja tak ada fakta, kelulusan di waktu SMA pun sama tertunda ketika mereka bersorak lulus saya tetap merasa biasa walaupun ku terima selembar kertas berisikan kalimat "Tidak Lulus" karna ini juga saya berfikir apa memang dalam setiap perjalanan hidupku alam ini selalu membimbingku kepada jalan yang ujungnya sebagai penundaan. Entah lah...!
Tapi karna penundaan aku merasakan indahnya dalam penantian yang terlupakan, mengajarkan bagaimana melihat dan meguasai keadaan dengan penuh ketelitian dan akhirnya sedikit ku temukan apa itu kesabaran, apa itu pengorbanan bukan sok-sokan, apa itu kekurangan dan kelebihan setiap insan, kesombongan dan kemunafikan ya...itulah yang mengajarkanku akan kehidupan yang penuh tantangan sehingga ku berani belajar hidup apa adanya dengan segala yang ada.
Ada celah ku berani memilah, ada kesempatan ku buktikan dengan tindakan, ada waktu aku akan terus memayu dan melaju sampai yang kutuju yaitu yang memberiku kekuatan untuk terus melaju, yang memberi waktu untuk memayu, yang memberi kesempatan untuk membuktikan dengan tindakan, dan ketika ada celah ia mendorongku untuk memilih dan memilah ya engkau penganugrah hidupku yang indah.
ya Salam Mulia Saudara....!!! ) 0
Scinetis & Filsuf & Jurist
Allan ADBeat
Ahmad Dahlan Baidowi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar