Jumat, 27 Juni 2014

keadilan dalam tindakan dan lisan

Keadilan dalam tindakan dan lisan


Sudah menjadi hal yang maklum meskipun itu tidak umum bagi sebagian cendekiawan yang mafhum akan hal yang semestinya dan sepantasnya, ketika pemilu capres dan cawapres mereka berkampanye kesana kemari dan di sana sini yang tujuannya memperkenalkan diri tanpa ada niat yang tersembunyi apalagi kepentingan pribadi seperti korupsi di sana-sini oleh mereka yang berdasi dan itu tak akan terjadi ketika dekadensi moral teratasi.

Saat ini begitu ramai suara yang menjanjikan kepada kita tentang  keadilan,  kesejahteraan rakyat dan terlihat begitu mencintai tanah air kita Indonesia, memang itu suatu pernyataan yang bagus dan mesti di sampaikan kepada mereka yang hendak di pimpin, kita sebagai masyarakat pun sadar bukan hanya berpangku tangan kepada pemimpin tapi kita tetap menjalankan peran kita sebagai manusia biasa yang nantinya bisa merasakan bukti dari kesungguhan seorang pemimpin, kesungguhan membela rakyat dan untuk rakyat dengan demikian maka akan terlihat siapa menang siapa kalah dan tampak siapa benar siapa salah.

Capres prabowo hatta kami mengharap dengan adanya dirimu yang berani mencalonkan diri berarti kalian benar-benar siap memimpin bangsa Indonesia yang lebih baik menjadikan Indonesia satu kembali yaitu satu tekad dan satu rasa karna itu selamatkan Indonesia dari kebiadaban manusia yang melebihi keserakahan binatang, dengan kalian benar-benar mengamalkan pancasila berarti kalian sungguh menyelamatkan Indonesia menuju Indonesia satu.

Ir. Soekarna president pertama kita dengan iman takwa nya mampu mewujudkan proklamasi meski oleh sebagian kaum kontra soekarno menganggap bahwa soekarno mempunyai kekurangan dalam memimpin yaitu kemauannya untuk menjadi prrsident seumur hidup tapi berkat beliau juga bangsa kita begitu di kenal dunia, setidaknya kepedihan pada zamannya sedikit terkurangi, sekarang tugas kita sebagai generasi setelahnya yaitu menjaga kemerdekaan tersebut, menjaga berarti membuat indah dan melestarikan pancasila serta esensi dari pansacila sebagai ideologi Negara kita Indonesia.


Pemilu kali ini begitu ramai baik di media masa atau dalam perbincangan di warung-warung kopi dan yang lainnya, penulis jadi heran mengapa yang sana menjelek-jelekan yang sini sementara yang sini menjelek-jelekan yang sana, bagai mana kita bisa selamatkan Indonesia ketika kita masih memandang sesuatu dari satu sisi? Bagaimana menuju Indonesia satu ketika bangsa ini menjadi bangsa yang pengecut, menjadi bangsa yang penakut? Bagaimana jati diri bangsa kita tidak hilang sementara kita lupa dengan jati diri kita sebagai manusia, jati diri kita sebagai duta atau kodrat kita sebagai manusia?

Kejujuran, keadilan dan kesejahteraan itu terjadi ketika ada pemimpin yang selalu menyandarkan segala apapun kepada tuhan dengan kata lain ia pemimpin yang mengerti dan menjadi manusia yang berkarakter, menjadi manusia seutuhnya layaknya dewa. 

Sebagian kecil masyarakat bertindak tanpa bersandar pada system pemerintahan atau mereka berdikari hidup bertumpu pada kedua kaki diri sendiri adalagi mereka yang banyak peduli pada pemerintahan dengan berfikir dan berucap tanpa dasar, kaum yang satu ini lebih memilih berkarya dengan segala daya sebagai bukti perilaku dari perwujudan pancasila yang ada di dalam dada.

50 tahun kesalahan penurunan soekarno sebagai president pertama makin terlihat dengan bangsa yang berperilaku bejat, semenjak penurunan soekarno sungguh makin terbaca keadaan di Indonesia bahwa Indonesia itu bangsanya pemalas, arogansi, rakus padahal mayoritas bangsa kita itu orang yang beragama, padahal Indonesia itu Negara hukum tapi hukum itu buatan manusia maka manusia juga yang menguasainya yaitu mereka para sang penguasa Negara.!?.


Kembali pada kodrat Negara kita sebagai jiwa dunia atau mercusuar dunia seharusnya kita kembali mengamalkan pancasila menuju Indonesia satu  serta sadar diri dan menyadarkan orang lain bahwa pancasila itu sebagai ilham dari tuhan. Dengan ini setidaknya kita sedikit selamatkan Indonesia dari bangsanya sendiri, dari hukum indonesia kita sendiri, dan dari peraturan atau system Indonesia sendiri.


Para generasi ayo selamatkan Indonesia /bangsa kita dan ajarkan pula pada bangsa kita sendiri tentang cara berdemokrasi bukan democrazy, satukan lah kembali Indonesia ku ini satukan Indonesia dengan rasa, karsa cipta dan bakti untuk hidup bersama.

 #AspirasiPrabowoHatta 

 #PrabowoHatta #SelamatkanIndonesia #IndonesiaSatu 

1 komentar: